Senin, 26 Januari 2009

Dilema Pengharaman Merokok dan Jalan Keuarnya

Dalam proses fatwa pengharaman merokok, muncul delematisasi yang susah untuk dipecahkan. Antara pihak produsen dan pihak konsumen. Dalam prosesnya ada yang menyatakan bahwa merokok itu hukumnya haram dan ada juga yang mefonisnya makruh. Dalam hal ini MUI menyatakan bahwa merokok di tempat umum itu hukumnya adalah haram. Seiring dengan keluarnya keputusan dari MUI, para petani tembakau yang setiap harinya bergelut dengan tembakau, sangat menolak keras pemfonisan itu. Mereka beralasan hanya itulah usaha yang bisa dilakukan oleh mereka, apabila merokok itu diharamkan dan orang-orang banyak yang mengundurkan diri dari merokok maka otomatis omset mereka akan menurun dan bisa bangkrut.
Selain itu yang menjadi delematis bagi pemerintah, apabila mengharamkan rokok; pemasukan dari pabrik rokok kepada Negara sangatlah besar, maka apabila rokok itu diharamkan dan pabrik rokok bisa tidak betah lagi tinggal di Indonesia maka Negara akan kehilangan asset yang lumayan besar ini. Di sisi lain apabila merokok tidak ditanggulangi maka korban yang berjatuhan akibat merokok itu akan semakin marak terjadi di Indonesia.
Untuk keluar dari dilema itu maka kita perlu mengetahui khasiat lain dari tembakau, manfaat tersebut nantinya harus bisa dikembangkan menjadi suatu usaha yang dalam jangka panjang bisa menjadi asset untuk Negara. Tentunya asset yang tidak kalah besarnya dengan pabrik rokok. Bahkan harus bisa lebih dari itu.

Khasiat Tembakau (Nicotiana spp L)

1.Apabila anda mengendarai mobil dalam keadaan hujan lebat, embun yang menempel pada kaca depan mobil tentu saja akan sangat mengganggu pemandangan anda ketika berkendara. Untuk mengatasinya; ambillah sedikit tembakau, basahi dengan sedikit air, kemudian gosok-gosok pada bagian kaca mobil. Niscaya kaca mobil tidak akan berembul sepanjang perjalanan.
Zat apa yang terdapat pada tembakau, sehingga selama perjalanan pada kaca mobil tidak timbul embun.????
2.Menurut penelitian, tembakau bisa digunakan sebagai reactor penghasil protein Growth Colony Stimulating Factor (GCSF); suatu hormon yang sangat penting dalam menstimulasi produksi darah.
Tembakau yang diambil adalah tembakau lokal dari varietas yang paling sesuai, yaitu genjah kenongo. Dalam penelitian yang dilakukan, jenis varietas yang ada hamper 20, dan varietas lokallah yang mempunyai produktivitas yang tinggi.
Mengenai khasiat dari tembakau itu sendiri, dalam hal ini; peneliti menyatakan: protein dibuat oleh DNA dalam tubuh. Jika DNA dalam tubuh dipindahkan ke tembakau melalui bakteri, maka saat masuk kemudian tumbuhan itu akan membuat protein sesuai DNA yang telah dimasukkan tersebut. Kemudian jika tumbuhan itu dipanen, maka akan didapatkan protein. Protein inilah yang bisa dipakai sebagai protein antikanker.
Selain untuk protein antikanker GSCF juga bisa untuk menstimulasi perbanyakan sel tunas (sistem sel) yang bisa dikembangkan untuk memulihkan jaringan fungsi tubuh yang sudah rusak.
Tembakau yang digunakan sebenarnya bukan tanaman tembakau seperti yang ada di pertanian yang bisa langsung pakai. Karena ini produknya protein yang menjadi obat maka harus disisipkan ke dalam tembakau itu. dengan demikian nanti tembakau itu akan memproduksi protein yang dikode dengan DNA itu. Setelah itu konsepnya sama dengan cara yang biasa. Kalau disini tanamannya kita tanam lalu nanti dari daunnya kita ekstrak sehingga kita dapat protein yang murni dan sudah bebas dari zat berbahaya yang ada di daun tembakau seperti nikotin dsb.
(http://masenchipz.com/manfat-daun-tembakau)
3.dll.

Selain khasiat-khasiat yang telah tercantum diatas, para ilmuwan harus bekerja keras lagi menemukan manfaat-manfaat lain dari tembakau yang bisa dijadikan sebagai objek bisnis dan bisa membawa hasil yang baik bagi para petani tembakau. Ya objek bisnis, karena melihat situasi sekarang terutama para petani tembakau mereka melakukan tani dengan tembakau supaya mereka bisa meningkatkan taraf ekonominya, dan secara umum dapat dikatakan hampir setiap orang yang kerja maka penghasilanlah yang menjadi tujuan mereka. Dengan kata lain; orang yang kerja orientasinya adalah uang.

Tidak ada salahnya setiap orang yang kerja berorientasi pada penghasilan atau uang, tetapi di dalam menjalani kerjanya orang tersebut harus dilandasi dengan keikhlasan, dan diniatkan untuk mencari nafkah, beribadah kepada Allah. Bukan kerja karena uang tapi kerja harus karena Allah, uang adalah imbalan dari hasil jerih payah kita dalam berusaha. Uang jangan dijadikan orientasi yang paling utama. Tujuan kita yang paling utama adalah mendapatkan keridhaan Allah SWT.

Manfaat Medis, Shalat Tahajud

Penelitian menunjukkan bahwa ketenangan dapat meningkatkan sistem ketahanan tubuh imunologik, mengurangi resiko terkena penyakit jantung, dan meningkatkan usia harapan. Sebaliknya, stress dapat menyebabkan seseorang sedemikian rentan terhadap infeksi, mempercepat perkembangan sel kanker dan meningkatkan metastatis. Dengan demikian, secara teoritis orang yang mengamalkan shalat tahajud pasti terjamin kesehatannya, baik secara fisik ataupun psikis.
Rasulullah saw bersabda: “Shalat tahajud dapat menghapus dosa, mendatangkan ketenangan dan menghindarkan dari penyakit”.
Telaah medis menunjukkan bahwa terdapat dua kelompok para pengamal shalat tahajud yang memiliki dampak terhadap kesehatan yang berbeda. Kedua kelompok tersebut adalah kelompok individu yang sehat dan kelompok individu yang sakit. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat misteri yang harus dikupas mengenai hubungan antara pelaksanaan shalat tahajud dan mekanisme proses peningkatan respons ketahanan tubuh imunologik.
Secara fisiologis, pola kehidupan manusia mempunyai irama sirkadian diurnal. Jika siklus ini ditambah dengan beban pelaksanaan shalat tajahud di malam hari maka ia akan berubah menjadi nokturnal. Hal ini akan menyebabkan perubahan perilaku dari sistem syaraf pusat yang bertujuan beradaptasi dengan irama sirkadian, sebuah irama yang memiliki siklus selama 24 jam untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Karena itu bagi kelompok individu yang sakit setelah menjalankan shalat tahajud, mungkin berkaitan dengan niat yang tidak ikhlas. Pelaksanaan shalat tahajud secara terpaksa akan mengakibatkan kegagalan beradaptasi terhadap perubahan irama sirkadian tersebut.
Gangguan adaptasi ini tercermin pada sekresi korsitol yang seharusnya menurun pada malam hari. Namun karena di malam hari dia mendapatkan beban untuk melakukan shalat tahajud maka sekresi kortisol tetap tinggi. Dengan tetap tingginya sekresi kortisol maka akan terjadi gangguan irama sirkadian yang nantinya akan mendatangkan stress dengan ditandai peningkatan ACTH.
Secara medis sudah terbukti bahwa stres dapat mengganggu ketahanan imunologik, bahkan bila stres tersebut sudah mencapai tingkat exhaustion stage maka akan menimbulkan kegagalan fungsi sistem imun. Dalam kondisi seperti ini tubuh akan mudah terserang berbagai penyakit.
Dengan demikian, apabila masalah ini tidak segera diketahui mekanisme pelaksanaannya maka akan memberikan kesan kepada pelakunya bahwa shalat tahajud itu akan mendatangkan kerugian. Berarti korelasi negatif yang terjadi antara pelaksanaan tahajud dan kondisi kesehatan itu diduga karena pelaksanaan shalat tahajud yang dijalankan secara tidak ikhlas. Kondisi seseorang ketika mengerjakan sesuatu secara tidak ikhlas akan mengakibatkan terjadinya gangguan adaptasi terhadap irama sirkadian dan menimbulkan kesakitan.

Oleh : Habibie Musthafa

Sumber:
Sholeh, Muhammad. 2006. Terapi Shalat Tahajud. Bekasi; PT Mizan Pubika

Sabtu, 17 Januari 2009

SEHAT DENGAN BERPUASA


Puasa Mengistirahatkan Mesin Pencernaan


Oleh : Habibie Musthafa

Tenggang waktu bagi sistem pencernaan untuk menghabiskan makanan di dalam 1/3 perut adalah 8 jam, setelah itu perut perlu melakukan istirahat. Kalau memakai jadwal makanan rata-rata tiap orang sebagai berikut: makan pagi pukul 07.00, makan siang pukul 14.00 dan makan malam pukul 20.00. maka akan diperoleh gambaran selama sehari semalam (24 jam) sebagai berikut:
1. Makan Pagi pukul 07.00
Sistem penscernaan bekerja menghaluskan, mencerna dan menyerap masuk ke dalam darah sampai terakhir kurang lebih pukul 15.00
2. Makan siang Pukul 14.00
Belum selesai pekerjaan memberesi makanan pagi, sistem pencernaan bekerja lagi memberesi makanan siang sampai kurang lebih pukul 22.00.
3. Makan Malam Pukul 20.00
Belum selesai pekerjaan membereskan makanan siang, sistem pencernaan bekerja lagi membereskan makanan malam sampai kurang lebih pukul 04.00 pagi.
4. Tradisi Kudapan
Kenyataan pada umumnya, sesudah makan pagi pukul 07.00 hampir pasti ada cemilan atau kudapan (makanan selingan) yang dimakan. Kemudian setelah makan siang pukul 14.00 tidak jarang juga ada kudapan yang dimakan. Bahkan sesudah makan malam pukul 20.00 kadang-kadang masih ada juga kudapan yang dimakan.
Dengan demikian, dalam keadaan tidak berpuasa sistem pencernaan dibebani pekerjaan bertumpuk-tumpuk yang menuntut kerja ekstra keras tanpa mengenal istirahat. Kondisi ini terus menerus dan bertahun-tahun selama hidup.
Sekarang kita lihat gambaran dalam keadaan berpuasa. Jika memakai jadwal makan sahur pukul 03.30 dan berbuka pukul 17.30, maka diperoleh gambaran sebagai berikut:
1. Makan Sahur Pukul 03.30
Sistem pencernaan bekerja menghaluskan, mencerna dan menyerap masuk ke dalam darah sampai terakhir pukul 11.30.
2. Berbuka Jam 17.30
Antara pukul 11.30 sampai 17.30 (selama 6 jam) tidak ada beban baru berupa makanan yang masuk. Berarti alat-alat pencernaan sempat rehat (beistirahat) selama 6 jam. Baru bekerja lagi membereskan makanan berbuka sampai pukul 01.30 dini hari.
Jadi selama berpuasa, sistem pencernaan mendapatkan fase istirahat 6 jam. Demi untuk kesehatan dan kekuatan, mesin pencernaan tersebut tidak boleh dipekerjakan dengan terus menerus. Harus ada waktu-waktu untuk istirahat secara periodik.
Berpuasa berarti memberikan kesempatan interval selama kurang lebih empat belas jam (antara pukul 03.00 - 17.00) bagi kerja organ-organ tubuh seperti lambung, ginjal dan liver. Selama itu tubuh tidak mendapatkan masukan makanan ataupun minuman, sehingga menimbulkan efek berupa rangsangan terhadap seluruh sel, jaringan, dan organ tubuh. Efek rangsangan ini menghasilkan, memulihkan dan meningkatkan fungsi-fungsi organ sesuai dengan fungsi biologisnya. Selain itu juga, dengan berpuasa; daya tahan tubuh dan taraf kesehatan menjadi prima dan terpelihara. Gerak dan mekanisme tubuh dalam keadaan fresh dan rileks sehingga memberikan kesempatan pada sel-sel dan jaringan-jaringan tubuh untuk memperbaharui diri setelah sekian lama terus menerus bekerja, juga dengan adanya keteraturan dalam melakukan pencernaan organ-organ tubuh akan mengalami interval yang terpelihara.
Hendaknya kondisi pencernaan yang sudah mengalami perbaikan ini tidak dirusak. Misalnya dengan langsung makan besar dan borongan waktu berbuka puasa semata-mata atas dasar pelampiasan dan balas dendam untuk menggantikan jatah siang. Hal ini akan mengakibatkan keterkejutan organ-organ pencernaan yang nantinya berdampak buruk bagi kesehatan pencernaan itu sendiri, selain itu juga pengendalian diri yang diajarkan oleh puasa tidak ada dampaknya sama sekali. Mekanisme terbaik untuk berbuka puasa ialah dengan tiga biji kurma atau yang manis-manis dan minum air putih sudah cukup untuk dijadikan santapan pertama setelah seharian berpuasa. Kemudian dilanjutkan menunaikan shalat maghrib dulu sambil menunggu organ pencernaan melakukan pemanasan untuk mencerna makanan. Setelah itu baru dilanjutkan dengan makan besar tanpa tergesa-gesa dan porsi makanannya jangan melampaui lebih dari sepertiga perut kita. Dengan kata lain berhenti makan sebelum kenyang.
Konsumsi yang paling baik untuk pertama kali berbuka puasa adalah dengan mengkonsumsi kurma, air atau minuman yang manis-manis seperti madu, kolak, teh manis dan semacamnya. Sebagaimana anjuran dari Rasululllah, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi:
"Jika kamu berbuka, berbukalah dengan kurma. Jika tidak ada, berbukalah dengan air karena air itu suci (bersih atau steril)".
Anjuran ini ternyata sangat erat sekali kaitannya dengan kesehatan jasmani. Penelitian menunjukkan bahwa buah-buahan atau minuman yang manis itu merupakan bahan siap pakai yang dapat segera diserap oleh tubuh terutama otak, sehingga energi otak akan meningkat.. Di dalam makanan atau minuman yang manis itu terdapat glukosa yang penting untuk membangkitkan energi yang sudah seharian tubuh tidak di suplai makanan atau minuman. Selain itu juga glukosa tersebut merupakan sumber energi utama yang dapat menggerakkan susunan saraf pusat.
Di dalam kurma memiliki kandungan yang luar biasa. Menurut penelitian para ilmuwan kedokteran; satu biji kurma saja mengandung 70-87% zat gula (glukosa), 2% protein, 2-3% lemak, dan sisanya magnesium, sodium, butasium, zat besi, kalsium, juga dilengkapi dengan vitamin A, B1, B2 dan D. Serat yang tidak terkontaminan oleh proses kimia, alami da bebas kolestrol juga terkandung di dalam kurma. Kurma dengan kandungannya yang seperti itu, mempunyai khasiat yang tidak kalah luar biasanya, diantara khasiat yang dikandungnya adalah dapat menambah ketahanan tubuh dari rasa panas, menguatkan badan, melancarkan buang air kecil, menolak racun, mengobati liver, sakit perut, membunuh cacing, dan menambah kesehatan badan. Apalagi jenis kurma istimewa yang sering disebut dengan kurma ajwa yang sering dikonsumsi oleh Rasulullah, sangat diakui khasiatnya.
Anjuran hanya mengkonsumsi tiga buah kurma juga mengandung makna kesehatan. dengan mengkonsumsi sebanyak itu maka lambung akan terhindar dari keterkejutan. Karena selama kurang lebih 14 jam lambung tidak diisi apa-apa. Oleh karena itu Rasulullah dalam berbuka puasanya pertama kali cukup dengan tiga butir kurma dan air lalu berangkat menunaikan shalat magrib, dan baru setelah itu dilanjutkan dengan makan.

Kamis, 15 Januari 2009

Pimnas_proposan penelitian

PENTINGNYA PENGENALAN SEKSUALITAS SEJAK DINI

A. Latar Belakang Masalah
Pada saat ini Indonesia mengalami perkembangan intensif, dan seiring perkembangan zaman yang begitu pesat, arus globalisasi tidak bisa ditahan. Dampak dari globalisasi itu sendiri menyebabkan Indonesia lebih terbuka untuk menerima teknologi, industri, penanaman modal, maupun ide-ide dan perubahan budaya yang baru. Perkembangan tersebut akan berdampak pada masalah sosial yang terjadi di masyarakat, termasuk sikap penduduk Indonesia terhadap persoalan seks.
Sejak dulu masalah seks adalah hal yang harus ditutup-tutupi, apalagi kepada anak-anak. Anak-anak tidak boleh mengetahui apa itu seks dan yang mereka anggap selama ini seks itu adalah yang bersifat vulgar dan tabu. Seiring perkembangan anak pada masa pubertasi, emosi kejiwaan anak semakin tidak stabil selain itu di masa pubertas biasnya rasa keingintahuan terhadap sesuatu itu sangat besar, apalagi masalah seksual. Berbicara masalah seksual merupakan sesuatu hal yang menarik bagi anak-anak usia remaja. Berdasarkan yang terjadi di lapangan, para remaja mengetahui seks bukan dari orang tuanya tapi kebanyakan berasal dari teman-teman dan dari media-media khususnya internet. Pada akhirnya pemahaman dan penafsiran anak-anak mengenai seks ini tidak terkontrol yang banyak berakibat pada pelanggaran asusila; seperti pelecehan seksual, aborsi, perilaku moral yang menyimpang dan lain sebagainya. Dampak dari pelanggaraan asusila tersebut mengakibatkan meningkatanya jumlah resiko terkena Penyakit Menular Seksual (PMS) seperti HIV dan AIDS.
Meningkatnya jumlah pasien terinfeksi AIDS dan tindakan Aborsi di Indonesia merupakan salah satu akibat dari banyaknya interaksi seksual yang tidak terkontrol dan kurangnya pengetahuan tentang seksualitas. Remaja yang memiliki rasa keingintahuan yang sangat tinggi selalu terdorong rasa ingin mencoba-coba yang melahirkan adanya dunia pergaulan bebas di kalangan masyarakat. Alasan lainnya adalah ekonomi, banyak para remaja yang melakuakan hubungan seksual karena tuntutan kebutuhan hidup. Tetapi pada kenyataannya, banyak para remaja yang melakukan hubungan tersebut dengan teman sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa alasan ekonomi hanya di kambing hitamkan saja. Alasan yang utama adalah adanya hasrat untuk melakukannnya. Banyak para remaja yang terjun di dunia pelacuran karena terlanjur terjebak, sehingga mereka merasa sudah tidak punya harapan lagi untuk bisa menjadi manusia normal yang sesungguhnya, kehilangaan cita-cita untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Salah satu sebab maraknya kasus anak usia dini yang hamil di luar nikah adalah akibat dari tidak adanya pembelajaran tentang seksualitas sejak dini, sehingga banyak remaja yang melakukan hubungan seksualitas di luar nikah dan hal ini menyebabkan meningkatnya kasus aborsi. Pergaulan seksual yang tidak sehat juga ikut andil dalam meningkatkan korban kasus HIV dan AIDS.
Berdasarkan penjelasan di atas maka perlu adanya pengenalan tentang seks sejak dini terutama terhadap para remaja. Penelitian ini mencoba untuk menggali pemahaman tentang masalah tersebut, bagaimana kita menyikapi dan memahami masalah seksual itu sendiri agar tidak berada di luar koridor dalam norma norma kehidupan kita.

B. Identifikasi Masalah
1. Pesatnya perkembangan zaman membawa bangsa menjadi mudah untuk menerima pengaruh budaya dari luar.
2. Banyaknya pelanggaran asusila yang sebagian besar subyek dan obyeknya adalah para remaja.
3. Maraknya berbagai penyakit akibat penyimpangan seksual seperti: HIV/AIDS dan penyakit kelamin lainnya.
4. Masalah ekonomi yang dijadikan faktor utama terjadinya tindakan amoral seperti maraknya PSK yang membaur dalam masyarakat dan mengganggu ketenangan masyarakat.
5. Semakin canggihnya media elektronik khususnya internet, sehingga peluang para remaja untuk mengetahui masalah seksual lebih bebas tanpa ada yang mengontrol

C. Rumusan Masalah
1. Kapan remaja mengetahui seksualitas pertama kali ?
2. Bagaimana remaja mengenal seksualitas pertama kali ?
3. Bagaimana pandangan mereka tentang pendidikan seksualitas ?

D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Untuk mengetahui sebab-sebab meningkatnya kasus penyimpangan seksual dan dapat di ambil suatu cara yang efektif untuk mencegah meningkatnya kasus penyimpangan seksualitas, terutama mencegah meningkatnya penyakit kelamin seperti HIV dan AIDS akibat dari pergaulan seksualitas yang tidak sehat.
Masa remaja adalah masa yang sangat rentan dengan tindakan penyelewengan sehingga perlu dilakukan pengenalan seksualitas sejak dini agar remaja dapat menjaga dirinya dari lingkungan pergaulan bebas.
Penelitian tentang seksualitas ini sangat perlu dilakukan supaya orang tua memiliki pemahaman yang matang tentang perlunya pendidikan seksualitas sejak dini kepada anaknya, khususnya bagi para remaja.

E. Telaah Pustaka
Dalam buku “seks dan pendidikan untuk keluarga muslim” Ahmad Fanani (2002) mengulas bahwa derasnya informasi lewat tekhnologi modern ke dalam lingkungan masyarakat terutama keluaraga merupakan sebuah tantangan baru untuk memfilter sekaligus mengajarkan sesuatu yang dulu dianggap tabu dalam masyarakat timur, yakni tentang seks. Seberapapun kuatnya orang tua menahan anak-anaknya agar tidak mengenal seks namun lambat laun anak itu akan mengetahui sendiri dengan mencari informasi yang lebih akurat baik dari teman-temannya, maupun media-media khususnya internet. Karena sikap orang tua tersebut tidak relefan lagi dengan kondisi sekarang (globalisasi).
Dalam masyarakat muslim khususnya di zaman nabi Muhammad SAW, seks adalah sesuatu yang bisa dikonsultasikan langsung kepada beliau. Berbeda dengan kondisi sekarang, sering orang tua melarang anak-anaknya mengetahui tentang apapun yang berbau seksualitas. Apalagi pada saat ini telah banyak beredar tayangan-tayangan yang berbau pornografi baik di media cetak maupun di media elektronik. Dalam hal ini orang tua tidak berperan untuk mengajarkan tentang tatacara seksual tetapi lebih menekankan pada aspek pemahaman anak agar dapat mengendalikan emosinya. Walaupun demikian pendidikan seks tersebut harus diajarkan dalam koridor idiologi dan ajaran-ajaran islam sehingga anak ataupun para remaja akan mendapatkan pengetahuan seks yang benar.
Dalam “Paradigma Pendidikan Seksualitas” Alimatul Qibtiyah menjelaskan bahwa seksualitas adalah suatu aspek penting dalam kehiduapn yang menekankan aspek fisik, sosial, budaya dan etnik yang dialami manusia (2003). Seksualitas merupakan bagian integral dalam kehidupan manusia tidak hanya sebatas pada masalah reproduksi dalam sebagian masyarakat muslim sebagian dari mereka cendrung menolak membicarakan masalah seksualitas, namun dalam kenyataannya mereka tidak bisa menghindari keingintahuan mereka tentang seksualitas khususnya anak-anak dan remaja. Karena bagaimanapun juga seksual itu adalah hal yang alami dalam diri manusia, akibat dibatasi pergerakannya mereka malah memenuhi keingintahuannya tentang seksualitas melalui media internet yang sering kali tanpa sensor. Disinilah pentingnya pendidikan seks sejak dini oleh orang tua. Pendidikan seksualitas adalah sebuah proses transfer ilmu tentang sikap dan pemahaman terhadap seksualitas dan cara-cara pengendaliannya agar tidak melampui batas.
Sedangkan dalam penelitian ini lebih menekankan pada “kapan dan bagaimana” para remaja mulai mengenal seksulitas sehingga dapat kita ambil langkah-langkah untuk menanggulangi kenakalan remaja terutama seks bebas dikalangan remaja.

F. Landasan Teori
Pendidikan seksualitas adalah suatu proses memberikan pelajaran sekaligus pemahaman kepada anak, baik laki-laki maupun perempuan sejak mereka mulai memasuki usia baligh, serta berterus terang kepadanya tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan seks, naluri dan perkawinan. Sehingga ketika mereka tumbuh menjadi remaja dan memahami masalah-masalah kehidupan, mereka telah mengerti akan hal-hal yang halal dan yang haram dan mereka akan senantiasa bertingkah laku islami, serta tidak akan memperturutkan hawa nafsu dan tidak pula menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan (Utsman Ath-Thawill; 1997).
Manusia mengalami apa yang dinamakan dengan pubertas, dalam Islam dikenal dengan istilah baligh, yaitu suatu proses transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Usia baligh pada anak perempuan biasanya berkisar antara 8-18 tahun, sedangkan pada anak laki-laki berkisar antara usia 12-20 tahun (Utsman Ath-Thawil; 1997). Perkembangan remaja sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain dari dalam diri sendiri (endogen) dan faktor yang berasal dari luar dirinya (eksogen). (Hasan Basri; 1994). Faktor eksogen yang paling berpengaruh pada perkembangan anak remaja adalah pengaruh lingkungan sekitar, sedangkan dari faktor endogen yaitu: psikologis, emosi dan hasrat atau kemauan dari anak yang cendrung membeludak ketika memasuki usia pubertas.
Dari segi psikologis anak remaja akan mengalami kondisi yang tidak stabil, sehingga menimbulkan rasa keingintahuan yang lebih besar tentang masalah seksualitas itu sendiri, hal tersbut erat kaitannya dengan bagaimana menjalankan fungsi sebagai mahluk seksual, identitas peran atau jenis. Dilihat dari dimensi biologis, seksualitas berkaitan dengan organ reproduksi dan alat kelamin, termasuk bagaimana menjaga kesehatan dan memfungsikan secara optimal organ reproduksi dan dorongan seksual. Dari dimensi sosial, dilihat pada bagaimana seksualitas muncul dalam hubungan antar manusia, bagaimana pengaruh lingkungan dalam membentuk pandangan tentang seksualitas yang akhirnya membentuk perilaku seks.

G. Metode Penelitian
Penelitian tentang seks bukanlah sesuatu hal yang mudah. Apalagi masih banyak orang yang menganggap tabu. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode yang tepat dan akurat dalam mengeksplorasi data tentang seks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Wawancara mendalam (indepth interview)
2. Observasi lapangan
Dua metode itu sampai saat ini masih dianggap akurat dan valid dalam mengekplorasi data-data, tidak hanya sekedar memotret di permukaan namun bisa menggali sesuatu apa saja yang ada di balik realita yang tampak, demikian pula tentang seks.

H. Deskripsi Sampel dan Lokasi Penelitian
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah orang yang baru menginjak usia dewasa. Usia mereka rata-rata 18 tahun, dan pengenalan terhadap seksualitas bermacam macam, ada yang melalui media cetak, media elektronik ataupun dari teman-temannya. Sebagian besar dari mereka mengenal tentang seks pertama kali dari pergaulan dengan teman-temannya, tidak ada diantara mereka yang mengenal seksualitas dari orang tuanya. Tidak ada usaha dari orang tuanya untuk mengenalkan seksualitas sejak dini kepada anaknya, karena perspektif orang tua terhadap seksualitas itu jelek dan tidak layak untuk diajarkan kepada anaknya Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman orang tua mereka terhadap seksualitas pada umumnya masih salah dan perlu mendapatkan arahan
Penelitian ini dilakukan di kampus UIN Sunan Kalijaga, tepatnya di fakultas saintek.


I. Sistematika Pembahasan
Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Batasan Masalah
1.4. Metode Penelitian
1.5. Manfaat Penelitian
Bab II Kajian Pustaka dan Landasan Teori
Bab III Metode Penelitian
Bab IV Deskripsi Sampel dan Lokasi Penelitian
Bab V Pembahasan dan Hasil Penelitian
Bab VI Penutup
6.1. Kesimpulan
6.2. Saran
Daftar Pustaka
Lampiran-lampiran











J. Jadwal Penelitian



K. Daftar Pustaka

Ath-Thawill,Utsman.1997. Ajaran Islam tentang Fenomena Seksualita. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Basri, Hasan. 1994. Remaja Berkualitas. Yogyakarta; Pustaka Pelajar.
Fanani, Ahmad. 2004. Pendidikan Seks Untuk Keluarga Muslim. Yogyakarta; Orchid.
Qibtiyah, Alimatul. 2006. Paradigma Pendidikan Seksualitas. Yogyakarta; Kurnia Alam Semesta.
Sudarsono. 1989. Etika Islam Tentang Kenakalan Remaja. Jakarta; Rineka Cipta.
http://www.remaja/ Kesrepso.dot info.com



Oleh:
- Khatibul Umam
- Habibie Musthafa
- Widiyani Nurmalasari Lucky

Rabu, 14 Januari 2009

Profil Pribadi


Saya merupakan laki-laki yang mempunyai hobby membaca, dan sekarang-sekarang ini menulis menjadi hal yang disukai. Tasikmalaya Jawa Barat adalah tempat kelahiranku, saya dilahirkan pada tanggal 8 Januari 1990. Sekolah daya mulai dari masuk TK di usiaku yang ke 6, selama satu tahun saya duduk di bangku TK. Setelah itu pendidikanku dilanjutkan ke tingkat SD yang tempatnya tidak berjauhan dengan sekolah TK ku, ketika sekolah di SD saya mengalami perpindahan sekolah karena keinginanku sendiri, mulanya di SDN Condong yang bertempat di Desa Setianegara Kec. Cibeureum Kab. Tasikmalaya kemudian pindah ke SDN Sumelap 1 yang pada waktu itu masih satu kecamatan dengan sekolahku yang pertama tapi sekolah ini lebih dekat dengan rumahku, letaknya tepat berada di belakang rumahku, hanya terhalang oleh lapangan sepak bola dan kebun. Kemudian setelah setahun lamanya saya sekolah di SDN Sumelap 1, saya pindah lagi ke sekolah SDku yang pertama karena disini teman-temanku lebih mengasyikkan.
Setelah 6 tahun lamanya menjalani pendidikan SD, maka tahun 2002 pendidikanku dilanjutkan ke MTsN Cilendek. Yang tempatnya masih satu daerah dengan rumahku, hanya berbeda kecamatan tapi dulunya ketika SD masih satu kecamatan dengannya.
Di MTs saya mulai belajar berorganisasi dengan masuk PMR, terdorong oleh kemauan saya untuk masuk ke kedokteran. Di PMR jabatanku hanya sebagai sub divisi, tapi walaupun begitu saya selalu ikut melatih adik-adik kelasku, bersama dengan ketuanya yang kebetulah dia adalah teman akrabku. Organisasi yang diikuti tidak hanya itu, aku juga masuk OSIS, di situ saya menjabat sebagai sub divivi kerohanian. Selain sekolah, mulai kelas satu MTs saya masuk ke pesantren, Bustanul Ulum namanya, yang tiada lain itu adalah pesantren dari adik kakekku. Selama MTs aku ngaji disana.
Di tahun 2004 saya lulus MTs dan masuk ke Aliyah Awipari, di tahun pertama saya sambil mesantren juga di Bahrul Ulum. Waktu sekolah di Aliyah saya ikut dua organisasi, yang keduanya adalah organisasi tentang kesehatan, yaitu PMR dan UKS. Di PMR saya menjabat sebagai wakil ketua. Ketika saya kelas X, UKS baru didirikan yang menjadi ketua waktu itu adalah ketua PMR. Jabatannya rangkap. Aku waktu itu di UKS menjabat sebagai bendahara II. Ditahun kedua saya dipilih menjadi ketua UKS, dan di tahun itu juga saya terpilih menjadi wakil ketua PMR. Sejak itu saya mulai sibuk dengan kegiatanku di sekolah. Sampai akhir jabatan, jabatan saya digantikan dengan adik kelasku.
Di tahun 2008 saya harus ikut Ujian Nasional untuk menentukan lulus tidaknya dari Aliyah, nilai kelulusan yang ditetapkan tahun itu lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan juga mata pelajaran yang diujikan lebih banyak. Nilai standar kelulusan mencapai 5.25 dan mata pelajaran yang diujikan ada 6. Alhamdulillah setelah mengikuti berbagai usaha dan ikhtiar dengan ikut les intra dan ekstra saya bisa lulus dari Aliyah dengan nilai yang cukup memuaskan bagi saya.
Kemudian setelah itu saya daftar ke perguruan tinggi, UGM dan UIN aku coba. Akhirnya aku diterima di UIN Sunan Kalijaga Jogja melalui jalur PBUCM. Sampai sekarang saya baru menyelesaikan semester 1 Fakultas saintek Jurusan Biologi murni UIN Suka.