Sabtu, 17 Januari 2009

SEHAT DENGAN BERPUASA


Puasa Mengistirahatkan Mesin Pencernaan


Oleh : Habibie Musthafa

Tenggang waktu bagi sistem pencernaan untuk menghabiskan makanan di dalam 1/3 perut adalah 8 jam, setelah itu perut perlu melakukan istirahat. Kalau memakai jadwal makanan rata-rata tiap orang sebagai berikut: makan pagi pukul 07.00, makan siang pukul 14.00 dan makan malam pukul 20.00. maka akan diperoleh gambaran selama sehari semalam (24 jam) sebagai berikut:
1. Makan Pagi pukul 07.00
Sistem penscernaan bekerja menghaluskan, mencerna dan menyerap masuk ke dalam darah sampai terakhir kurang lebih pukul 15.00
2. Makan siang Pukul 14.00
Belum selesai pekerjaan memberesi makanan pagi, sistem pencernaan bekerja lagi memberesi makanan siang sampai kurang lebih pukul 22.00.
3. Makan Malam Pukul 20.00
Belum selesai pekerjaan membereskan makanan siang, sistem pencernaan bekerja lagi membereskan makanan malam sampai kurang lebih pukul 04.00 pagi.
4. Tradisi Kudapan
Kenyataan pada umumnya, sesudah makan pagi pukul 07.00 hampir pasti ada cemilan atau kudapan (makanan selingan) yang dimakan. Kemudian setelah makan siang pukul 14.00 tidak jarang juga ada kudapan yang dimakan. Bahkan sesudah makan malam pukul 20.00 kadang-kadang masih ada juga kudapan yang dimakan.
Dengan demikian, dalam keadaan tidak berpuasa sistem pencernaan dibebani pekerjaan bertumpuk-tumpuk yang menuntut kerja ekstra keras tanpa mengenal istirahat. Kondisi ini terus menerus dan bertahun-tahun selama hidup.
Sekarang kita lihat gambaran dalam keadaan berpuasa. Jika memakai jadwal makan sahur pukul 03.30 dan berbuka pukul 17.30, maka diperoleh gambaran sebagai berikut:
1. Makan Sahur Pukul 03.30
Sistem pencernaan bekerja menghaluskan, mencerna dan menyerap masuk ke dalam darah sampai terakhir pukul 11.30.
2. Berbuka Jam 17.30
Antara pukul 11.30 sampai 17.30 (selama 6 jam) tidak ada beban baru berupa makanan yang masuk. Berarti alat-alat pencernaan sempat rehat (beistirahat) selama 6 jam. Baru bekerja lagi membereskan makanan berbuka sampai pukul 01.30 dini hari.
Jadi selama berpuasa, sistem pencernaan mendapatkan fase istirahat 6 jam. Demi untuk kesehatan dan kekuatan, mesin pencernaan tersebut tidak boleh dipekerjakan dengan terus menerus. Harus ada waktu-waktu untuk istirahat secara periodik.
Berpuasa berarti memberikan kesempatan interval selama kurang lebih empat belas jam (antara pukul 03.00 - 17.00) bagi kerja organ-organ tubuh seperti lambung, ginjal dan liver. Selama itu tubuh tidak mendapatkan masukan makanan ataupun minuman, sehingga menimbulkan efek berupa rangsangan terhadap seluruh sel, jaringan, dan organ tubuh. Efek rangsangan ini menghasilkan, memulihkan dan meningkatkan fungsi-fungsi organ sesuai dengan fungsi biologisnya. Selain itu juga, dengan berpuasa; daya tahan tubuh dan taraf kesehatan menjadi prima dan terpelihara. Gerak dan mekanisme tubuh dalam keadaan fresh dan rileks sehingga memberikan kesempatan pada sel-sel dan jaringan-jaringan tubuh untuk memperbaharui diri setelah sekian lama terus menerus bekerja, juga dengan adanya keteraturan dalam melakukan pencernaan organ-organ tubuh akan mengalami interval yang terpelihara.
Hendaknya kondisi pencernaan yang sudah mengalami perbaikan ini tidak dirusak. Misalnya dengan langsung makan besar dan borongan waktu berbuka puasa semata-mata atas dasar pelampiasan dan balas dendam untuk menggantikan jatah siang. Hal ini akan mengakibatkan keterkejutan organ-organ pencernaan yang nantinya berdampak buruk bagi kesehatan pencernaan itu sendiri, selain itu juga pengendalian diri yang diajarkan oleh puasa tidak ada dampaknya sama sekali. Mekanisme terbaik untuk berbuka puasa ialah dengan tiga biji kurma atau yang manis-manis dan minum air putih sudah cukup untuk dijadikan santapan pertama setelah seharian berpuasa. Kemudian dilanjutkan menunaikan shalat maghrib dulu sambil menunggu organ pencernaan melakukan pemanasan untuk mencerna makanan. Setelah itu baru dilanjutkan dengan makan besar tanpa tergesa-gesa dan porsi makanannya jangan melampaui lebih dari sepertiga perut kita. Dengan kata lain berhenti makan sebelum kenyang.
Konsumsi yang paling baik untuk pertama kali berbuka puasa adalah dengan mengkonsumsi kurma, air atau minuman yang manis-manis seperti madu, kolak, teh manis dan semacamnya. Sebagaimana anjuran dari Rasululllah, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi:
"Jika kamu berbuka, berbukalah dengan kurma. Jika tidak ada, berbukalah dengan air karena air itu suci (bersih atau steril)".
Anjuran ini ternyata sangat erat sekali kaitannya dengan kesehatan jasmani. Penelitian menunjukkan bahwa buah-buahan atau minuman yang manis itu merupakan bahan siap pakai yang dapat segera diserap oleh tubuh terutama otak, sehingga energi otak akan meningkat.. Di dalam makanan atau minuman yang manis itu terdapat glukosa yang penting untuk membangkitkan energi yang sudah seharian tubuh tidak di suplai makanan atau minuman. Selain itu juga glukosa tersebut merupakan sumber energi utama yang dapat menggerakkan susunan saraf pusat.
Di dalam kurma memiliki kandungan yang luar biasa. Menurut penelitian para ilmuwan kedokteran; satu biji kurma saja mengandung 70-87% zat gula (glukosa), 2% protein, 2-3% lemak, dan sisanya magnesium, sodium, butasium, zat besi, kalsium, juga dilengkapi dengan vitamin A, B1, B2 dan D. Serat yang tidak terkontaminan oleh proses kimia, alami da bebas kolestrol juga terkandung di dalam kurma. Kurma dengan kandungannya yang seperti itu, mempunyai khasiat yang tidak kalah luar biasanya, diantara khasiat yang dikandungnya adalah dapat menambah ketahanan tubuh dari rasa panas, menguatkan badan, melancarkan buang air kecil, menolak racun, mengobati liver, sakit perut, membunuh cacing, dan menambah kesehatan badan. Apalagi jenis kurma istimewa yang sering disebut dengan kurma ajwa yang sering dikonsumsi oleh Rasulullah, sangat diakui khasiatnya.
Anjuran hanya mengkonsumsi tiga buah kurma juga mengandung makna kesehatan. dengan mengkonsumsi sebanyak itu maka lambung akan terhindar dari keterkejutan. Karena selama kurang lebih 14 jam lambung tidak diisi apa-apa. Oleh karena itu Rasulullah dalam berbuka puasanya pertama kali cukup dengan tiga butir kurma dan air lalu berangkat menunaikan shalat magrib, dan baru setelah itu dilanjutkan dengan makan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar