Senin, 26 Januari 2009

Manfaat Medis, Shalat Tahajud

Penelitian menunjukkan bahwa ketenangan dapat meningkatkan sistem ketahanan tubuh imunologik, mengurangi resiko terkena penyakit jantung, dan meningkatkan usia harapan. Sebaliknya, stress dapat menyebabkan seseorang sedemikian rentan terhadap infeksi, mempercepat perkembangan sel kanker dan meningkatkan metastatis. Dengan demikian, secara teoritis orang yang mengamalkan shalat tahajud pasti terjamin kesehatannya, baik secara fisik ataupun psikis.
Rasulullah saw bersabda: “Shalat tahajud dapat menghapus dosa, mendatangkan ketenangan dan menghindarkan dari penyakit”.
Telaah medis menunjukkan bahwa terdapat dua kelompok para pengamal shalat tahajud yang memiliki dampak terhadap kesehatan yang berbeda. Kedua kelompok tersebut adalah kelompok individu yang sehat dan kelompok individu yang sakit. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat misteri yang harus dikupas mengenai hubungan antara pelaksanaan shalat tahajud dan mekanisme proses peningkatan respons ketahanan tubuh imunologik.
Secara fisiologis, pola kehidupan manusia mempunyai irama sirkadian diurnal. Jika siklus ini ditambah dengan beban pelaksanaan shalat tajahud di malam hari maka ia akan berubah menjadi nokturnal. Hal ini akan menyebabkan perubahan perilaku dari sistem syaraf pusat yang bertujuan beradaptasi dengan irama sirkadian, sebuah irama yang memiliki siklus selama 24 jam untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Karena itu bagi kelompok individu yang sakit setelah menjalankan shalat tahajud, mungkin berkaitan dengan niat yang tidak ikhlas. Pelaksanaan shalat tahajud secara terpaksa akan mengakibatkan kegagalan beradaptasi terhadap perubahan irama sirkadian tersebut.
Gangguan adaptasi ini tercermin pada sekresi korsitol yang seharusnya menurun pada malam hari. Namun karena di malam hari dia mendapatkan beban untuk melakukan shalat tahajud maka sekresi kortisol tetap tinggi. Dengan tetap tingginya sekresi kortisol maka akan terjadi gangguan irama sirkadian yang nantinya akan mendatangkan stress dengan ditandai peningkatan ACTH.
Secara medis sudah terbukti bahwa stres dapat mengganggu ketahanan imunologik, bahkan bila stres tersebut sudah mencapai tingkat exhaustion stage maka akan menimbulkan kegagalan fungsi sistem imun. Dalam kondisi seperti ini tubuh akan mudah terserang berbagai penyakit.
Dengan demikian, apabila masalah ini tidak segera diketahui mekanisme pelaksanaannya maka akan memberikan kesan kepada pelakunya bahwa shalat tahajud itu akan mendatangkan kerugian. Berarti korelasi negatif yang terjadi antara pelaksanaan tahajud dan kondisi kesehatan itu diduga karena pelaksanaan shalat tahajud yang dijalankan secara tidak ikhlas. Kondisi seseorang ketika mengerjakan sesuatu secara tidak ikhlas akan mengakibatkan terjadinya gangguan adaptasi terhadap irama sirkadian dan menimbulkan kesakitan.

Oleh : Habibie Musthafa

Sumber:
Sholeh, Muhammad. 2006. Terapi Shalat Tahajud. Bekasi; PT Mizan Pubika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar